Nasihat yang tidak tepat sasaran

Spread the love

Nasihat yang tidak tepat sasaran

kalau engkau bersih dan jujur, maka tentu Ia akan bangkit demi engkau dan Ia akan memulihkan rumah yang adalah hakmu.
Ayub 8:6

“Kamu sakit begitu karena pola hidup kamu tidak sehat, kamu jarang olahraga sih…”
“Kamu kok melahirkan sesar sih? Waduh itu belum sepenuhnya jadi ibu kalo sesar, kenapa ga normal aja?
Jadi dia meninggal karena kecelakaan, kenapa Tuhan bisa menghukum dia begitu ya?

Ini nih kata-kata yang sering dilontarkan orang-orang yang mengunjungi orang sakit, orang yang baru melahirkan bahkan melayat orang meninggal.
Kesannya memang baik karena sudah mengunjungi, tapi tau ngga? Kata-kata begini bukannya menguatkan, justru menambah beban orang yang dikunjungi.

Bukan cuma Elifas yang nasihatnya menganggap bahwa penderitaan Ayub karena dosa yang diperbuat. Tetapi juga Bildad, sahabat Ayub yang bersama-sama Elifas mengunjungi.
Bildad menganggap Ayub tidak bersih dan jujur, maka Tuhan tidak bangkit demi Ayub. Bahkan tidak memulihkan rumahnya.

Nasihat memang baik, sangat baik. Tetapi harus tepat sasaran. Waktunya juga harus tepat. Jangan sampai kehadiran kita justru tidak jadi berkat buat orang yang kita kunjungi. Sadar ngga sadar, sering seolah-olah kelihatannya peduli pahadal melemahkan semangat orang lain. Terkadang orang yang terpuruk cukup didengarkan tanpa harus ditanya ini itu, apalagi dihakimi.

Penting untuk kita belajar berhikmat ketika kita menasehati orang lain. Untuk itu, minta hikmat Tuhan dulu sebelum kita berbicara. Kira-kira perkataan kita akan jadi berkat atau jadi kutuk?

Have a blessed Thursday good people, God leads you!πŸ’•πŸŒˆπŸŽ€πŸŽΌπŸ΅πŸŽ„

Nasihat yang tidak tepat sasaran

Anggita Nainggolan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*