Move from Comfort Zone

Spread the love

Move from Comfort Zone

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
*Kejadian 12:1*

Coba posisikan diri kita seperti Abram!
Apa yang kita rasakan ketika Tuhan menyuruh kita pergi dari negeri ini, dari sanak saudara dan dari rumah bapa kita?
Saya yakin berat, pasti berat!

Tidak mudah untuk menjadi taat, tetapi ini yang dilakukan Abram. Dia taat sama Tuhan, *dia rela meninggalkan comfort zone dia untuk pergi ke negeri yang akan Tuhan tunjukan* Dia belum tau ke mana, belum tau gambarannya seperti apa. Abram cuma taat. Just it!

Contoh sederhananya saja seperti negara ini. Negara ini sudah nyaman buat kita, ga kebayang kalo kita harus pindah ke luar negeri. Harus beradaptasi dengan lingkungan di sana. Belum lagi berusaha agar makanan di sana cocok dengan kita.
Sedikit pengalaman ya hehe..๐Ÿ™
Biasa kalau ke China saya ga terlalu suka makanannya,
makan ikan rebus setengah matang, telur mentah, duh rasanyaaaaaa…..๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ž

Mungkin ga semua orang mau untuk pindah.
Apalagi pindah ke luar negeri ga sama sanak saudara. Kebayang ga sih bakal kesepian di sana?
Namanya manusia sukanya hidup bersama. Sebesar apapun rumahnya kalau sepi pasti kesepian juga.
Ini yang dirasakan Abram, dia cuma boleh pergi sama Sarai-istrinya dan Lot-keponakannya. Pasti sepi banget yang dirasain Abram.
Ditambah lagi, dia juga harus pergi dengan iman, dia jalan tapi belum tau tujuannya ke mana. *Dia cuma taat ke negeri yang akan Tuhan tunjukan.*

So, apa yang menjadi comfort zone kita?
*Seberapa dari kita yang taat walaupun berat untuk kita lakukan tapi kita rela meninggalkan comfort zone kita?*

Haleluya๐Ÿ’ซ๐ŸŽผ๐ŸŒท๐Ÿค—๐ŸŒน

Move from Comfort Zone
fr: Anggita Nainggolan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*