Jangan Anggap Rendah Hak Kesulungan

Spread the love

Jangan Anggap Rendah Hak Kesulungan

Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata. (Ibrani 12:16&17)

Jangan Anggap Rendah Hak Kesulungan

Jangan Anggap Rendah Hak Kesulungan

Kelakuan Esau yang mengutamakan sepiring makanan dibanding hak kesulungan, firman Tuhan dalam nats ini menyetarakan perilaku itu sama dengan perbuatan cabul. Nats ini mengatakan bahwa perbuatan itu adalah dosa besar. Esau menganggap hal-hal yang suci tidak suci. Ia menganggap hal-hal suci adalah hal yang biasa. Hal-hal suci dianggap rendah. Karena Esau menganggap rendah hak kesulungan, ia telah menjadi sama dengan orang pezinah. Nats ini sangat jelas mengatakan Esau cabul. Esau memiliki nafsu yang rendah.

Esau menjadi pezinah secara umpama saja. Disamakan dengan pezinah. Dan memang ayat ini menganggap itu adalah perzinahan, karena telah merendahkan hal yang suci menurut Allah. Allahlah yang memberikan hak kesulungan kepada yang sulung melalui berkat keluarga. Keluarga adalah konsep Allah, tetapi ia telah merendahkan konsep yang telah Allah rancang itu. Ia membandingkan hal yang rohani dengan yang jasmani. Ia menganggap yang jasmani lebih indah dari yang rohani. Bahkan menukarkan yang rohani dengan yang jasmani. Ia membuang yang rohani karena sesuatu yang jasmani, yang kelihatan nikmat, walau hanya nikmat sekejap.

Lihat… ketika ia insaf dan menyadari, ia menghitung hitung kerugiannya. Ia insaf ketika ia meminta hak kesulungan itu kepada Bapanya, ternyata hak itu telah diserahkan kepada adiknya Yakub, yang menginginkan hak kesulungan itu. Ia meraung-raung menangis dan meminta kepada Bapanya, tapi hak kesulungan yang dia buang sudah diambil adiknya. Esau mencari hak kesulungan itu, hak menjadi imam atas keluarga, imam atas kaumnya setelah Bapanya meninggal. Tetapi Alkitab bercerita, Esau tidak punya kesempatan lagi. Ia sudah terlambat mencarinya. Ia kehilangan berkat itu, ia tidak beroleh kesempatan lagi untuk memperbaiki kesalahnnya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Kisah Esau ini diberikan kepada kita, sebagai peringatan, agar kita sungguh sungguh memperhatikan dan menghargai keselamatan yang telah kita peroleh dari Allah dalam Yesus Kristus. Jangan Anggap Rendah Hak Kesulungan. Jangan sampai kita menukarkan keselamatan kita dengan sepiring kacang merah. Jangan pernah merendahkan korban Kristus, dan membuangnya hanya karena hal-hal jasmani dunia ini, karena ketika kita membuang korban Kristus, maka tidak ada lagi korban untuk penebus dosa itu.

Lihat Yakub, yang telah menerima hak kesulungan itu, ia telah menjadi imam atas kaumnya, setelah Bapanya meninggal. Bahkan ialah menjadi Israel, bangsa perjanjian itu, umat pilihan di mana Tuhan menaruh hatinya. Hak kesulungan itu telah Yakub terima dan menurunkan keturunan sebagai bangsa pilihan. Umat kepunyaan Allah.

Milikilah hak kesulungan itu. milikilah hal-hal yang rohani itu, hargai dan kerjakan. Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar. Dan selamat menerima keberkatan dari Tuhan.

Haleluya

Jangan Anggap Rendah Hak Kesulungan
fr: Ventaris Saragih

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*