Integritas seorang Hamba

Spread the love

Integritas seorang Hamba

Integritas seseorang sangat diperlukan. Sebab integritas sangat penting.  Integritas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah “mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran”. Kata sederhananya seperti ini: Apa yang kita pikirkan harus sama dengan apa yang kita katakan dan apa yang kita katakan harus sama dengan tindakan yang kita lakukan; di mana pun; kapan pun. Bagaimanakah integritas seorang hamba?

Integritas seorang Hamba

Matius 24:46-47

46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.

47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

Hidup ini milik siapakah? Pasti akan menjawab bahwa hidup adalah milik kita masing-masing. Sering kita mendengar kata-kata hidup hidup saya ngapain situ yang pusing.  Benar Perumpamaan Tuhan tentang hamba yang baik dan jahat ini menolak anggapan itu. Hidup adalah karunia Tuhan. Terlebih bagi orang Kristen yang telah ditebus Yesus dengan nyawa-Nya, hidup ini adalah milik-Nya maka jangan sia-siakan. Seperti lagu yang sering kita nyanyikan hidup ini adalah kesempatan hidup ini untuk melayani Tuhan jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri.  Tepatlah bila Allah menuntut pertanggungjawaban tentang bagaimana kita hidup seperti halnya majikan menuntut pertanggungjawaban bawahannya.

Pada kenyataannya tak seorang pun mengetahui kapan Tuhan datang, kehadiran Tuhan pun tidak selalu bisa kita rasakan. Tuhan memberi kita kemerdekaan menjalani hidup ini. Hanya ada dua tipe hamba di hadapan Tuhan, yang setia dan bijak serta yang jahat. Yang pertama adalah hamba yang berintegritas karena ada atau tidak ada sang tuan, dia akan tetap bekerja dengan baik (ayat 46). Prinsip ini adalah etos hidup, pelayanan, dan kerja orang Kristen. Mengapa hamba yang setia ini tetap bekerja dengan baik sekalipun Tuannya pergi? Karena dia mengerti bahwa Tuannya adalah Allah Yang Mahatahu, yang di hadapan-Nya segala perbuatan terbuka. Segala sesuatu kita lakukan di hadapan Allah, sadar bahwa Allah senantiasa hadir dan melihat seluruh hidup kita.  Inilah hidup yang berintegritas! Integritas seorang Hamba.

Sebaliknya hamba yang jahat berpikir bahwa waktunya masih panjang, Tuannya tidak datang-datang. Ia bahkan naif berpikir bahwa segala kejahatan yang dilakukannya tidak diketahui, karena Tuannya tidak hadir (ayat 49). Bagi orang jahat, kehadiran Tuhan merupakan suatu ancaman dan tekanan yang berat, namun bagi orang benar kehadiran Tuhan justru merupakan penghiburan terbesar dalam hidup ini. Hamba yang jahat ini dianggap orang munafik (ayat 51), dan sudah sering kita baca di pasal sebelumnya Tuhan Yesus mengecam orang-orang munafik karena kategori yang paling dilawan Tuhan dalam injil Matius.

Bila kita ingin dalam keadaan layak ketika bertemu Tuhan kelak, sadarilah terus akan hadirat-Nya sepanjang hidup mu.

Good bless us.

Integritas seorang Hamba
fr: Roslina Sibarani

Baca  juga:


Kesehatan:

Kecantikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*